Buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L) banyak tersebar di indonesia sebagai tanaman pekarangan yang belum dibudidayakan. Selain itu rasa asam dan kadar air yang tinggi pada buah menyebabkan buah jarang dikonsumsi secara langsung dan daya simpan buah relative singkat. Salah satu cara pengembangan buah adalah dijadikan kurma belimbing wuluh (kurma analog).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan kurma analog dengan kombinasi belimbing wuluh dan sukrosa,untuk mengetahui kandungan beberapa sifat kimia kurma analog. Metode yang digunakan pada tugas akhir iniadalah metode pengujian terhadap uji organoleptik, uji kadar air, uji kadar gula, uji kadar abu, dan uji kadar vitamin C. Hasil penelitian menunjukan hasil uji organoleptik memiliki tingkat kesukaan yang di hasilkan dari tiga perlakuan kurma analog dengan kombinasi komposisi belimbing wuluh dan sukrosa secara keseluruhan berada pada skala 3,25 – 3,90 atau dalam taraf biasa sampai agak suka. Dan kurma analog yang di sukai oleh panelis adalah perlakuan A3 dan berdasarkan hasil analisa kurma analog dengan kombinasi komposisi belimbing wuluh dan sukrosa, berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air dan kadar gula
Desi Arisanti (2017). Pengaruh sukrosa terhadap mutu kurma analog belimbing wuluh. AgriTech Journal, 1(01), 26-31. https://doi.org/10.30869/jasc.v1i01.6